Friday, 4 December 2015

“Percobaan fotosintesis
Pada hydrilla”
 


K H A I R I L
NIS       :           3624
Kelas    :           XII-IA-2


Nurul Aini, S.Pd
NIP. 19640721 198902 2 001

SMA NEGERI 1 SUNGAI PANDAN
 Tahun Pelajaran 2014/2015
Jl.Latsitarda RT. 2 No. 077 BanyuTajun Pangkalan, Kode Pos 71455


KATA PENGANTAR


Puji dan Syukur atas kehadirat Allah Swt yang telah memberikan kesempatan kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas berupa laporan praktikum, yaitu Laporan Praktikum Biologi tentang Percobaan fotosintesis pada Hydrilla”.
Shalawat serta salam tak lupa kita panjatkan kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW, karena hanya dengan petunjuknya dan segala usaha upaya beliau, kita dapat rasakan kehidupan yang berbudaya, beraturan dan menjadikan kita makhluk yang lebih mulia dihadapan Tuhan.
Tak lupa saya ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan semua yang turut membantu dalam menyelesaikan laporan ini terutama kepadaIbu Nurul Aini, S.Pd saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya yang telah memberikan bimbingan sehingga Laporan ini dapat saya selesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Laporan Praktikum Biologi tentang Percobaan fotosintesis pada Hydrilla” ini disusun untuk memenuhi tugas dari Mata Pelajaran Biologi, dan saya menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan, baik dalam  penulisan maupun pada pendapat dan hasil dari laporan Prinsip - Prinsip Belajar ini.
Untuk itu, saya mohon maaf jika ada kesalahan pada penulisan laporan ini. Mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan hasil Pendidikan dan meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas.


Alabio, 7 Oktober 2014


Penulis




Daftar Isi




BAB I

PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

Pada dasarnya, semua kehidupan diatas bumi ini tergantung langsung dari adanya proses asimilasi CO2 menjadi senyawa kimia organik dengan energi yang didapat dari sinar matahari. Dalam proses ini energi sinar matahari (energi foton) ditangkap dan diubah menjadi energi kimia dengan proses yang disebut fotosintesis. Fotosintesis adalah proses pembentukan makanan (glukosa) pada tumbuhan yang mengandung zat hara, air dan karbondioksida dengan bantuan sinar matahari.Proses fotosintesis ini hanya akan terjadi bila ada cahaya dan melalui klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Pada tumbuhan tingkat tinggi, biasanya kloroplas terbatas pada sel-sel batang muda, buah buah belum matang, dan daun. Daun inilah yang merupakan pabrik fotosintesis pada tumbuhan.
Pada umumnya, sel fotosintesis mengandung satu sel atau lebih pigmen klorofil yang berwarna hijau. Berbagai sel fotosintesis lainnya seperti pada ganggang dan bakteria, berwarna coklat, merah, atau ungu. Hal ini disebabkan oleh adanya pigmen lain disamping klorofil yaitu pigmen pelengkap seperti karotenoid yang berwarna kuning, merah atau ungu dan pigmen fikobilin yang berwarna biru atau merah.
Fotosintesis pada tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti intensitas cahaya (laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya), konsentrasi karbondioksida (semakin banyak karbon dioksida diudara, makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis), suhu (enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesisnya dapat bekerja pada suhu optimalnya).
Berdasarkan penjelasan diatas mengenai fotosintesis, maka dilakukanlah praktikum ini sehingga kita dapat melihat bagaimana fotosintesis berlangsung dan mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengaruhi lajunya dan apa yang dihasilkan dari proses fotosintesis. Sehingga kita dapat membandingkan antara teori yang kita dapat dari proses pembelajaran dengan hasil yang kita temukan di dalam praktikum.

1.2       Rumusan Masalah

1.2.1   Bagaimana proses fotosintesis terjadi pada tanaman hydrilla?
1.2.2   Bagaimana fotosintesis menghasilkan oksigen?
1.2.3   Bagaimana fotosintesis menghasilkan amilum?
1.2.4   Cahaya bagaimanakah yang paling efektif untuk proses fotosintesis?

1.3       Tujuan

1.3.1   Mengetahui bahwa fotosintesis menghasilkan O2
1.3.2   Mengetahui bahwa fotosintesis menghasilkan amilum, dan
1.3.3   Mengetahui cahaya yang paling efektif untuk proses fotosintesis.

1.4       Hipotesis

1.4.1   Pada proses fotosintesis, tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Klorofil mengandung organel yang disebut kloroplas. Kloroplas inilah yang menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Sebagian besar energi dihasilkan di daun, didalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya.
1.4.2   Pada fotosintesis cahaya matahari memecah karbondioksida dan air sehingga menghasilkan glukosa dan oksigen
1.4.3   Pada fotosintesis menghasilkan glukosa akibat pemecahan karbondioksida dan air oleh cahaya matahari yang kemudian glukosa diubah menjadi amilum
1.4.4   Cahaya paling efektif untuk proses fotosintesis adalah cahaya yang berwarna merah. Karena cahaya merah mempunyai panjang gelombang yang paling efektif untuk fotosintesis yaitu sebesar 626-760 mµ.

BAB II

TEORI DASAR

1.5        Teori Dasar

1.5.1   Hydrilla
a)      Pengertian Hydrilla
Hydrilla (Esthwaite rumput air atau Hydrilla) adalah genus tanaman air, biasanya hanya satu spesies, Hydrilla verticillata, meskipun beberapa ahli botani membaginya dalam beberapa spesies. Sinonim termasuk H. asiatica , H. asiatica, H. japonica , H. japonica, H. lithuanica , and H. lithuanica, dan H. ovalifolica . ovalifolica. Tumbuhan ini asli dan hidup di perairan hangat hingga dingin dari Asia , Eropa , Afrika dan Australia , dan tersebar; di Eropa, dilaporkan dari Irlandia , Britania Raya , Jerman , dan Amerika Baltik , dan di Australia dari Northern Territory , Queensland , dan New South Wales . (Anonim a. 2006)
Dengan rimpang putih kekuningan tumbuh di sedimen di bawah air sampai dengan kedalaman 2 m. Batang tumbuh 1-2 m panjang. Hydrilla adalah tanaman produktif, yang tumbuh dengan cepat terendam air yang dapat berkembang dalam air dari beberapa sentimeter sampai 20 meter. Daun kecil (1 / 2 - 3 / 4 inci), segitiga-lancip dan terjadi di whorls dari 4-8 daun di sepanjang batang. Tidak seperti tanaman air asli, daun Hydrilla memiliki tepi bergerigi dan satu atau lebih barbs menonjol atau gundukan di sepanjang pelepah di bagian bawah. Mereka biasanya hijau, tapi mungkin pemutih di bawah sinar matahari menjadi kuning atau coklat. Batang bercabang banyak dekat permukaan dan tumbuh secara horisontal, membentuk tikar padat vegetasi. umbi kecil hadir di dasar berakar tanaman. itu pelepah daun sering kemerahan jika segar. Ini termasuk monoecious (kadang-kadang dioecious ), dengan bunga jantan dan betina diproduksi secara terpisah di sebuah tanaman tunggal, bunga-bunga kecil, dengan tiga sepal dan tiga kelopak, kelopak 3-5 mm panjang, transparan dengan garis-garis merah. Ini merupalan alat reproduksi yang utama vegetatif dengan fragmentasi dan rimpang dan turions (kuncup overwintering), dan bunga jarang terlihat. (Anonim a. 2006)
Merupakan tumbuhan tenggelam, biasanya berakar, hidup selamanya di air dengan ramping mendaki batang ke 9m (30 kaki) panjang, berat bercabang., Berasal dari rimpang ramping, ini seringkali berujung dengan umbi kecil. Daun whorled, 3-8 per whorl, 2-4 mm (0,1-0,2 in) yang luas dan 60-20 mm (0,2-0,8 dalam) panjang, bantalan kasar (terlihat) gigi sepanjang margin and biasanya 1-4 gundukan kerucut kecil di sepanjang bawah pelepah, yang sering berwarna merah. Berdaging aksilaris tunas (turions) sering terbentuk di axils daun, sampai 5 cm (2) panjang, dengan 3 daun and 3 petals, kelopak bunga, masing-masing sekitar 4 mm (0,3 in) panjang, berwarna putih atau terang, mengambang di air permukaan. Bunga jantan terpisah dan mengambang bebas pada saat jatuh tempo, dengan 3 sepal dan 3 kelopak, putih sampai coklat kemerahan, sekitar 2mm panjang, melepaskan serbuk sari mengambang dari benang sari. bunga terbuka muncul di permukaan air. (Anonim b. 2001)
1.5.2   Fotosintesis
a)    Pengertian Fotosintesis
Fotosintesis merupakan proses pembentukan makanan (glukosa) pada tumbuhan yang mengandung zat hara, air dan karbondioksida dengan bantuan sinar matahari. Pada proses fotosintesis, tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Klorofil mengandung organel yang disebut kloroplas. Kloroplas inilah yang menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Sebagian besar energi dihasilkan di daun, didalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya.
Berikut merupakan reaksi dalam proses fotosintesis: 

Energi cahaya
 



oksigen

glukosa

airi

karbondioksida

klorofil
6CO2 + 6H2O                            C6H12 O6 + 6O2.


Fotosintesis memerlukan cahaya yang umumnya berasal dari cahaya matahari. Namun, tidak semua cahaya matahari berguna untuk fotosintesis tetapi hanya cahaya dengan panjang gelombang tertentu yang bermanfaat untuk memecah molekul air dalam proses fotosintesis. Cahaya yang digunakan dalam fotosintesis adalah cahaya yang tampak, dengan rentang panjang gelombang 400-760 nm. Gelombang cahaya tampak yang terpendek adalah cahaya ungu dan yang terpanjang adalah cahaya yang merah.
Berdasarkan panjang gelombangnya, kualitas cahaya dibedakan menjadi :
                                                                  1.            Panjang gelombang 400-435 mµ berwarna ungu
                                                                  2.            Panjang gelombang 435-490 mµ berwarna biru
                                                                  3.            Panjang gelombang 490-574 mµ berwarna hijau
                                                                  4.            Panjang gelombang 574-595 mµ berwarna kuning
                                                                  5.            Panjang gelombang 595-626 mµ berwarna orange
                                                                  6.            Panjang gelombang 626-760 mµ berwarna merah
b)   Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis
1.        Faktor Lingkungan
a.       Intensitas cahaya dan lamanya pencahayaan
Semakin tinggi intensitas cahaya matahari, aktivitas fotosintesis akan semakin tinggi. Hal tersebut terjadi jika ditunjang oleh tersediannya CO2, H2O, serta kondisi suhu. Kenaikan aktivitas fotosintesis tidak terus berlanjut tetapi berhenti sampai batas suatu kondisi karena tumbuhan memiliki batas kemampuan tertentu.
b.      Konsentrasi karbon dioksida
Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.
c.       Suhu
           Fotosintesis merupakan reaksi yang memerlukan enzim, sedangkan kerja enzim dipengaruhi oleh suhu. Suhu optimum fotosintesis sekitar 28oC-30oC.
d.      Kadar air
Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan penghambatan saat pembentukan C6H12O6, pembentukan klorofil , dan aktivitas fotosintesis. Kurangnya air juga menyebabkan kerusakan klorofil sehingga daun menjadi berwarna kuning. 
c)    Faktor Hereditas
Faktor hereditas merupakan faktor yang paling menentukan terhadap aktivitas fotosintesis. Tumbuhan memiliki kebutuhan yang berbeda terhadap kondisi lingkungan untuk menjalankan kehidupan yang normal. Tumbuhan yang berbeda jenis dan hidup pada lingkungan yang sama memiliki perbedaan pada aktivitas fotosintesisnya. Keadaan tersebut disebabkan adanya perbedaan factor genetic atau hereditas.
Namun, pada penelitian ini kami lebih menekankan pengaruh dari intensitas cahaya matahari. Intensitas cahaya matahari yang diterima Hydrilla mempengaruhi laju reaksi terang dari keseluruhan proses fotosintesis tersebut. Semakain besar intensitas cahaya matahari yang diterima maka, reaksi terang pun berjalan lebih cepat, dan jumlah O2 yang dihasilkan pun bertambah, dikarenakan laju pengangkutan elektron oleh Fotosistem bertambah cepat, sehingga proses pengoksidasian H2O lebih cepat. Peningkatan intensitas cahaya matahari, akan berpengaruh terhadap keterlibatan jumlah fotosistem. Jika intensitas cahaya matahar terus ditingkatkan maka jumlah fotosistem yang terlibat dalam penyerapan energi semakin banyak. Dalam kondisi seperti ini, keefektifitasan penggunaan fotosistem tergantung pada jumlah cahaya matahari yang diterima tumbuhan. Pada suatu titik tertentu penggunaan fotosistem akan berjalan maksimal. Sehingga peningkatan Intensitas cahaya matahari tidak akan berpengaruh. Atau sebaliknya disebabkan jika Intensitas cahaya matahari yang diterima Hydrilla sedikit atau kecil, sehingga mempengaruhi laju reaksi terang dari keseluruhan proses fotosintesis tersebut.Semakain kecil intensitas cahaya matahari yang diterima maka, reaksi terang pun berjalan lebih lambat, dan jumlah O2 yang dihasilkan pun berkurang, dikarenakan laju pengangkutan elektron oleh Fotosistem lambat, sehingga proses pengoksidasian H2O lambat pula. Peningkatan intensitas cahaya matahari, akan berpengaruh terhadap keterlibatan jumlah fotositem. Jika intensitas cahaya matahari terus menurun maka jumlah fotosistem yang terlibat dalam penyerapan energi semakin sedikit. Dalam kondisi seperti ini, keefektifitasan penggunaan fotosistem tergantung pada jumlah cahaya matahari yang diterima tumbuhan. Pada suatu titik tertentu penggunaan fotosistem akan berjalan kurang maksimal.

BAB III

PROSES PERCOBAAN

1.6       Fotosintesis menghasilkan O2

1.6.1        Alat dan bahan
a)      1 buah sungkup
b)      4 tabung 1000 ml
c)      4 tabung reaksi 
d)     4 corong
e)      Korek api
f)       Lidi
g)      Beberapa kawat
h)      Stop watch
i)        Beberapa tangkai tanaman Hydrilla Verticillata
j)        Air kolam
1.6.2        Tujuan
Fotosintesis menghasilkan O2
1.6.3        Cara kerja
a)      Siapkan beberapa pucuk hydrilla, sungkup, gelas kimia 1000 ml, tabung reaksi, corong kaca dan beberapa kawat yang telah dipotong sekitar 20 cm
b)      Buatlah 4 rangkaian seperti gambar :

c)      Tetapi saat membuat rangkaian seperti gambar, 5-6 pucuk hydrilla diikat dengan kawat dan tangkainya dimasukkan pada permukaan corong dan ujung hydrilla tetap terlihat menjuntai, masukkan corong ke dalam tabung reaksi
d)     Ketika memasukkan air ke dalam gelas kimia rendam semua rangkaian ke dalam air sampai pada tabung reaksi tidak terlihat Oksigen lagi
e)      Pada gelas kimia kedua tambahkan soda kue secukupnya
f)       Pada gelas kimia ketiga tambahkan es batu yang telah dikecilkan
g)      Dan pada gelas kimia keempat diletakkan di dalam sungkup
h)      Diamkan selama ±15 menit
i)        Setelah itu amati gelembung udara pada tiap-tiap gelas kimia
j)        Lepaskan tabung reaksi pada corong dengan syarat udara yang di dalam tabung reaksi tidak keluar atau tercampur dengan udara luar, tutup tabung reaksi tersebut dengan jempol
k)      Nyalakan lidi dengan korek api hingga membentuk bara api
l)        Letakkan bara api di mulut tabung reaksi
m)    Lihat, apakah bara api menyala atau tidak menyala
n)      Masukkan hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan
1.6.4        Hasil pengamatan
Perlakuan
Jumlah gelembung
Nyala api
Terang
+++
Menyala
Terang + soda
++++
Sangat menyala
Terang + es
Tidak ada
Tidak menyala
Gelap
Tidak ada
Tidak menyala
*Keterangan    :
++++   : gelembung gas banyak sekali
+++     : gelembung gas banyak
++        : gelembung gas sedang
+          : gelembung gas sedikit
-                      : tidak ada gelembung gas
1.6.5        Analisa data
Pada gelas kimia pertama yang berisi Hydrilla dan air yang diletakkan di ruangan terbuka yang dikenakan cahaya matahari, menghasilkan gelembung gas dalam jumlah banyak dan menghasilkan nyala api. Hal ini menunjukkan bahwa fotosintesis pada gelas pertama terjadi secara cepat dan menghasilkan oksigen.
Pada gelas kimia kedua yang berisi Hydrilla dan air ditambah dengan soda menghasilkan gelembung terbanyak dan memiliki nyala api terbesar, hal ini terjadi karena pada gelas kedua dikenai cahaya matahari langsung dan ditambah soda, sehingga fotosintesis pada gelas kedua ini terjadi secara sangat cepat dan menghasilkan oksigen terbanyak daripada gelas lainnya
Pada gelas ketiga yang berisi Hydrilla dan air yang ditambah es, diletakkan di ruang terbuka yang terkena cahaya matahari, tidak menghasilkan gelembung gas dan nyala api. Hal ini menandakan tidak terjadinya reaksi fotosintesis pada tabung tersebut dan ini mengakibatkan penurunan laju fotosintesis karena terjadi penurunan suhu. Suhu adalah salah satu faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis.
Dan pada tabung keempat yang berisi Hydrilla dan air yang diletakkan dalam ruangan tertutup tidak menghasilkan gelembung gas. Hal ini menunjukkan bahwa jika tak ada cahaya matahari, maka fotosintesis tidak akan dapat berlangsung.

1.7       Cahaya yang paling efektif untuk fotosintesis

1.7.1          Tujuan
Mengetahui cahaya yang paling efektif untuk proses fotosintesis
1.7.2          Alat dan bahan
a)      5 gelas kimia 1000 ml
b)      5 tabung reaksi
c)      Beberapa meter kawat
d)     5 corong kaca
e)      1 mika warna kuning
f)       1 mika warna biru
g)      1 mika warna merah
h)      1 mika warna ungu
i)        1 mika warna hijau
j)        beberapa tangkai tanaman Hydrilla Verticillata
k)      Air bersih
1.7.3          Cara kerja
a)      Siapkan beberapa pucuk hydrilla, gelas kimia 1000 ml, tabung reaksi, corong kaca dan beberapa kawat yang telah dipotong sekitar 20 cm
b)      Buatlah 5 rangkaian seperti gambar :
           
c)      Tetapi saat membuat rangkaian seperti gambar, 5 pucuk hydrilla diikat dengan kawat dan tangkainya dimasukkan pada permukaan corong dan ujung hydrilla tetap terlihat menjuntai, masukkan corong ke dalam tabung reaksi
d)     Ketika memasukkan air ke dalam gelas kimia rendam semua rangkaian ke dalam air sampai pada tabung reaksi tidak terlihat Oksigen lagi
e)      Setelah kelima rangkaian sudah terbentuk, tutuplah seluruh gelas kimia dengan mika warna kuning, biru, merah, ungu dan hijau. Kecuali tabung reaksi tetap terbuka bagian yang terlihat diatas air
f)       Setelah kelima gelas kimia ditutupi dengan mika, tahap selanjutnya yaitu letakkan kelima gelas kimia tadi ditempat yang terkena cahaya matahari
g)      Tunggu beberapa saat
h)      Setelah itu, amati semua gelas kimia dengan mengamati gelas yang mana paling banyak menghasilkan oksigen
i)        Masukkan datanya ke dalam tabel pengamatan.
1.7.4          Hasil pengamatan
Gelas warna
Gelembung
Nyala api
Merah
++
Sedang
Biru
+
Redup
Ungu
+++++
Sangat menyala
Kuning
++++
Menyala
Hijau
+++
Sedang







*Keterangan    :
++++   : gelembung gas banyak sekali
+++     : gelembung gas banyak
++        : gelembung gas sedang
+          : gelembung gas sedikit
-                      : tidak ada gelembung gas
1.7.5          Analisa data
Pada gelas kimia pertama yang berwarna merah menghasilkan lumayan banyak gelembung hal ini bertolak belakang dengan teori yang seharusnya cahaya berwarna merah adalah cahaya paling efektif untuk fotosintesis atau fotosintesis yang paling banyak menghasilkan gelembung.
Pada gelas kimia kedua yang berwarna biru menghasilkan sedikit gelembung hal ini disebabkan karena cahaya warna biru itu mempunyai panjang gelombang 435-490 mµ. Hal ini sesuai dengan cahaya yang diperlukan tumbuhan untuk fotosintesis yaitu cahaya yang tampak, dengan rentang panjang gelombang 400-760 nm.
Pada gelas kimia ketiga yang berwarna ungu menghasilkan sangat banyak gelembung dan merupakan yang paling banyak diantara warna lain. Hal ini juga sangat bertolak belakang dengan teori yang seharusnya cahaya warna ungu adalah yang paling sedikit menghasilkan gelembung karena mempunyai panjang gelombang terendah dari warna lain yaitu 400-435 mµ.
Pada gelas keempat yang berwarna kuning menghasilkan banyak gelembung, hal ini bertolak belakang dengan teori yang seharusnya cahaya berwarna kuning mempunyai gelembung tetapi cuma sedikit saja.
Dan pada gelas kimia terakhir yang berwarna hijau menghasilkan banyak gelembung hal ini disebabkan karena cahaya warna hijau itu mempunyai panjang gelombang 400-760 nm. Hal ini sesuai dengan cahaya yang diperlukan tumbuhan untuk fotosintesis yaitu cahaya yang tampak, dengan rentang panjang gelombang 400-760 nm.
Adapun kesalahan yang mungkin terjadi pada saat praktikum adalah :
a)      Terjadi kesalahan kerja gelembung muncul pada tabung reaksi sebelum diletakkan ditempat yang terkena sinar matahari
b)      Meletakkan ketempat yang terkena sinar mataharinya tidak secara bersamaan
c)      Mungkin ganggang terlalu ke bawah sehingga oksigen tidak masuk ke corong hingga tabung reaksi, namun oksigen keluar ke samping, dan tidak terlihat oksigen yang keluar pada tabung reaksi karena oksigen tidak masuk ke dalam tabung reaksi
d)     Atau mungkin karena ssat mengikat ganggang terlalu ketat sehingga memungkinkan oksigen hanya sedikit yang keluar bermunculan.   

1.8       Fotosintesis menghasilkan amilum

1.8.1        Tujuan
Mengetahui bahwa fotosintesis menghasilkan amilum
1.8.2        Alat dan bahan
a)      Gelas kimia 1000 ml
b)      Gelas kimia 100 ml
c)      Kaki tiga dan Kawat kasa
d)     Spatula
e)      Cawan petri
f)       Pipet tetes
g)      Alkohol 95%
h)      Larutan lugol
i)        Daun yang berwarna hijau dan putih
j)        Spritus
k)      Kertas timah(perak)
l)        Korek api
m)    Air
n)      Buku sebagai penutup gelas kimia 1000 ml saat merebus air (agar udara di dalam tabung tidak tercampur dengan udara luar)
o)      Penjepit tabung reaksi
1.8.3        Cara kerja
a)      Sebelum praktikum
o   Carilah daun tanaman yang mempunyai warna hijau dan putih
o   Tutup daun bagian tengah dengan aluminium foil
o   kemudian lapisi dengan karbon hitam
o   Kemudian dilapisi lagi dengan selotip hitam
o   Diamkan paling kurang selama dua hari sebelum praktikum
b)      Saat praktikum
o   Tutuplah sebagian daun dengan kertas timah pada pagi hari atau malam hari agar daun yang ditutup tidak terkena sinar matahari selama 2 hari sebelum praktikum, usahakan daun dibiarkan terkena sinar matahari
o   Ambil dan potong daun kemudian dibawa ke laboratorium
o   Masukkan daun ke dalam air mendidih selama ± 10 menit
o   Angkat dan masukkan dalam alkohol yang telah mendidih hingga berwarna pucat ± 10 menit
o   Angkat daun tersebut dan cucilah sampai bersih dengan air dingin dan letakkan di atas cawan petri, kemudian tetesi dengan lugol. Amati apakah terjadi perubahan warna antara daun yang terkena sinar matahari dengan daun yang tidak terkena sinar matahari
1.8.4        Hasil pengamatan



Gambar keadaan daun


Gambar sketsa daun


 

1.8.5        Analisa data
Dari hasil sketsa diketahui bahwa daun yang tidak tertutup serta yang berwarna hijau setelah diolesi oleh lugol apabila diarahkan ke sinar matahari maka akan kelihatan berwarna gelap, hal ini disebabkan karena terdapat klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis yang akan menghasilkan glukosa yang diubah menjadi amilum.
Sedangkan, daun yang tidak tertutup tetapi berwarna putih yang diolesi lugol apabila diarahkan ke sinar matahari tidak tampak berwarna gelap, keadaan ini menunjukkan bahwa amilum tidak dihasilkan pada bagian daun yang berwarna putih, hal ini disebabkan daun berwarna putih tidak mempunyai klorofil yang berperan dalam fotosintesis.
Dari hasil sketsa Daun yang tertutup apabila diolesi lugol dan diarahkan kearah sinar matahari tidak akan kelihatan warna gelap, keadaan ini menunjukkan bahwa amilum tidak dihasilkan, baik pada bagian daun yang berwarna hijau maupun berwarna putih, hal ini disebabkan sinar matahari terhalang masuk kearah daun karena tertutupi, sinar matahari sangat penting dalam fotosintesis.

BAB IV

PENUTUP

1.9       KESIMPULAN

Fotosintesis adalah suatu proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk karbohidrat dengan memakai karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O) dari dalam tanah dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil. Gelembung-gelembung yang timbul dari percobaan menunjukkan dalam fotosintesis dihasilkan oksigen. Fotosintesis pada umumnya dapat berlangsung pada kisaran suhu antara 10OC – 35OC, tergantung pada jenis tanaman masing-masing.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis, yaitu : Cahaya, Konsentrasi CO2, Suhu, dan Air (H2O)