“Percobaan fotosintesis
Pada hydrilla”
K H A I R I L
NIS : 3624
Kelas : XII-IA-2
Nurul
Aini, S.Pd
NIP. 19640721 198902 2 001
SMA NEGERI 1 SUNGAI PANDAN
Tahun Pelajaran 2014/2015
Jl.Latsitarda
RT. 2 No. 077 BanyuTajun Pangkalan, Kode Pos 71455
KATA
PENGANTAR
Puji dan
Syukur atas kehadirat Allah Swt yang telah memberikan kesempatan kepada saya
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas berupa laporan praktikum, yaitu Laporan
Praktikum Biologi tentang “Percobaan
fotosintesis pada Hydrilla”.
Shalawat serta
salam tak lupa kita panjatkan kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW,
karena hanya dengan petunjuknya dan segala usaha upaya beliau, kita dapat
rasakan kehidupan yang berbudaya, beraturan dan menjadikan kita makhluk yang
lebih mulia dihadapan Tuhan.
Tak
lupa saya ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan semua yang turut membantu
dalam menyelesaikan laporan ini terutama kepadaIbu Nurul Aini, S.Pd saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya yang
telah memberikan bimbingan sehingga Laporan ini dapat saya selesaikan dengan
baik dan tepat waktu.
Laporan
Praktikum Biologi tentang “Percobaan
fotosintesis pada Hydrilla” ini
disusun untuk memenuhi tugas dari Mata Pelajaran Biologi, dan saya menyadari
bahwa laporan ini masih banyak kekurangan, baik dalam penulisan maupun pada pendapat dan hasil dari
laporan Prinsip - Prinsip Belajar ini.
Untuk
itu, saya mohon maaf jika ada kesalahan pada penulisan laporan ini.
Mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan hasil Pendidikan
dan meningkatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas.
Alabio, 7
Oktober 2014
Penulis
Daftar Isi
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pada dasarnya, semua kehidupan
diatas bumi ini tergantung langsung dari adanya proses asimilasi CO2 menjadi
senyawa kimia organik dengan energi yang didapat dari sinar matahari. Dalam
proses ini energi sinar matahari (energi foton) ditangkap dan diubah menjadi
energi kimia dengan proses yang disebut fotosintesis. Fotosintesis adalah
proses pembentukan makanan (glukosa) pada tumbuhan yang mengandung zat hara,
air dan karbondioksida dengan bantuan sinar matahari.Proses fotosintesis ini
hanya akan terjadi bila ada cahaya dan melalui klorofil yang terdapat dalam
kloroplas. Pada tumbuhan tingkat tinggi, biasanya kloroplas terbatas pada
sel-sel batang muda, buah buah belum matang, dan daun. Daun inilah yang
merupakan pabrik fotosintesis pada tumbuhan.
Pada
umumnya, sel fotosintesis mengandung satu sel atau lebih pigmen klorofil yang
berwarna hijau. Berbagai sel fotosintesis lainnya seperti pada ganggang dan
bakteria, berwarna coklat, merah, atau ungu. Hal ini disebabkan oleh adanya
pigmen lain disamping klorofil yaitu pigmen pelengkap seperti karotenoid yang
berwarna kuning, merah atau ungu dan pigmen fikobilin yang berwarna
biru atau merah.
Fotosintesis pada tumbuhan
dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti intensitas cahaya (laju fotosintesis
maksimum ketika banyak cahaya), konsentrasi karbondioksida (semakin banyak
karbon dioksida diudara, makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan
tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis), suhu (enzim-enzim yang bekerja
dalam proses fotosintesisnya dapat bekerja pada suhu optimalnya).
Berdasarkan penjelasan diatas
mengenai fotosintesis, maka dilakukanlah praktikum ini sehingga kita dapat
melihat bagaimana fotosintesis berlangsung dan mengetahui apa saja faktor yang
dapat mempengaruhi lajunya dan apa yang dihasilkan dari proses fotosintesis.
Sehingga kita dapat membandingkan antara teori yang kita dapat dari proses
pembelajaran dengan hasil yang kita temukan di dalam praktikum.
1.2
Rumusan Masalah
1.2.1
Bagaimana proses fotosintesis terjadi
pada tanaman hydrilla?
1.2.2
Bagaimana
fotosintesis menghasilkan oksigen?
1.2.3
Bagaimana
fotosintesis menghasilkan amilum?
1.2.4
Cahaya
bagaimanakah yang paling efektif untuk proses fotosintesis?
1.3
Tujuan
1.3.1 Mengetahui bahwa fotosintesis
menghasilkan O2
1.3.2 Mengetahui bahwa fotosintesis
menghasilkan amilum, dan
1.3.3 Mengetahui cahaya yang paling
efektif untuk proses fotosintesis.
1.4
Hipotesis
1.4.1 Pada proses fotosintesis, tumbuhan
menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Klorofil mengandung
organel yang disebut kloroplas. Kloroplas inilah yang menyerap cahaya yang akan
digunakan dalam fotosintesis. Sebagian besar energi dihasilkan di daun, didalam
daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta
kloroplas setiap milimeter perseginya.
1.4.2 Pada fotosintesis cahaya matahari
memecah karbondioksida dan air sehingga menghasilkan glukosa dan oksigen
1.4.3 Pada fotosintesis menghasilkan
glukosa akibat pemecahan karbondioksida dan air oleh cahaya matahari yang
kemudian glukosa diubah menjadi amilum
1.4.4 Cahaya paling efektif untuk proses
fotosintesis adalah cahaya yang berwarna merah. Karena cahaya merah mempunyai
panjang gelombang yang paling efektif untuk fotosintesis yaitu sebesar 626-760
mµ.
BAB II
TEORI DASAR
1.5
Teori Dasar
1.5.1
Hydrilla
a)
Pengertian Hydrilla
Hydrilla
(Esthwaite rumput air atau Hydrilla) adalah genus tanaman air, biasanya hanya satu spesies, Hydrilla
verticillata, meskipun beberapa ahli botani membaginya dalam beberapa
spesies. Sinonim termasuk H. asiatica
, H. asiatica, H. japonica , H. japonica, H.
lithuanica , and H. lithuanica, dan H. ovalifolica
. ovalifolica. Tumbuhan ini asli dan hidup di perairan hangat hingga
dingin dari Asia , Eropa , Afrika dan Australia , dan tersebar; di Eropa,
dilaporkan dari Irlandia , Britania Raya , Jerman , dan Amerika Baltik , dan di Australia dari Northern Territory , Queensland , dan New South Wales . (Anonim a. 2006)
Dengan
rimpang putih kekuningan tumbuh di sedimen
di bawah air sampai dengan kedalaman 2 m. Batang tumbuh 1-2 m panjang. Hydrilla
adalah tanaman produktif, yang tumbuh dengan cepat terendam air yang dapat
berkembang dalam air dari beberapa sentimeter sampai 20 meter. Daun kecil (1 /
2 - 3 / 4 inci), segitiga-lancip dan terjadi di whorls dari 4-8 daun di
sepanjang batang. Tidak seperti tanaman air asli, daun Hydrilla memiliki tepi
bergerigi dan satu atau lebih barbs menonjol atau gundukan di sepanjang pelepah
di bagian bawah. Mereka biasanya hijau, tapi mungkin pemutih di bawah sinar
matahari menjadi kuning atau coklat. Batang bercabang banyak dekat permukaan
dan tumbuh secara horisontal, membentuk tikar padat vegetasi. umbi kecil hadir
di dasar berakar tanaman. itu pelepah daun sering kemerahan jika segar. Ini
termasuk monoecious (kadang-kadang dioecious ), dengan bunga jantan dan betina
diproduksi secara terpisah di sebuah tanaman tunggal, bunga-bunga kecil, dengan
tiga sepal dan tiga kelopak, kelopak 3-5 mm panjang, transparan dengan
garis-garis merah. Ini merupalan alat reproduksi yang utama vegetatif dengan fragmentasi dan rimpang dan turions (kuncup overwintering), dan bunga
jarang terlihat. (Anonim a. 2006)
Merupakan tumbuhan tenggelam, biasanya berakar, hidup
selamanya di air dengan ramping mendaki batang ke 9m (30 kaki) panjang, berat
bercabang., Berasal dari rimpang ramping, ini seringkali berujung dengan umbi
kecil. Daun whorled, 3-8 per whorl, 2-4 mm (0,1-0,2 in) yang luas dan 60-20 mm
(0,2-0,8 dalam) panjang, bantalan kasar (terlihat) gigi sepanjang margin and
biasanya 1-4 gundukan kerucut kecil di sepanjang bawah pelepah, yang sering
berwarna merah. Berdaging aksilaris tunas (turions) sering terbentuk di axils
daun, sampai 5 cm (2) panjang, dengan 3 daun and 3 petals, kelopak bunga,
masing-masing sekitar 4 mm (0,3 in) panjang, berwarna putih atau terang,
mengambang di air permukaan. Bunga jantan terpisah dan mengambang bebas pada
saat jatuh tempo, dengan 3 sepal dan 3 kelopak, putih sampai coklat kemerahan,
sekitar 2mm panjang, melepaskan serbuk sari mengambang dari benang sari. bunga
terbuka muncul di permukaan air. (Anonim b. 2001)
1.5.2
Fotosintesis
a)
Pengertian Fotosintesis
Fotosintesis
merupakan proses pembentukan makanan (glukosa) pada tumbuhan yang mengandung
zat hara, air dan karbondioksida dengan bantuan sinar matahari. Pada proses
fotosintesis, tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut
klorofil. Klorofil mengandung organel yang disebut kloroplas. Kloroplas inilah
yang menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Sebagian besar
energi dihasilkan di daun, didalam daun terdapat lapisan sel yang disebut
mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya.
Berikut
merupakan reaksi dalam proses fotosintesis:
|
Energi cahaya
|
|
oksigen
|
|
glukosa
|
|
airi
|
|
karbondioksida
|
|
klorofil
|
Fotosintesis
memerlukan cahaya yang umumnya berasal dari cahaya matahari. Namun, tidak semua
cahaya matahari berguna untuk fotosintesis tetapi hanya cahaya dengan panjang
gelombang tertentu yang bermanfaat untuk memecah molekul air dalam proses
fotosintesis. Cahaya yang digunakan dalam fotosintesis adalah cahaya yang
tampak, dengan rentang panjang gelombang 400-760 nm. Gelombang cahaya tampak
yang terpendek adalah cahaya ungu dan yang terpanjang adalah cahaya yang merah.
Berdasarkan
panjang gelombangnya, kualitas cahaya dibedakan menjadi :
1.
Panjang
gelombang 400-435 mµ berwarna ungu
2.
Panjang
gelombang 435-490 mµ berwarna biru
3.
Panjang
gelombang 490-574 mµ berwarna hijau
4.
Panjang
gelombang 574-595 mµ berwarna kuning
5.
Panjang
gelombang 595-626 mµ berwarna orange
6.
Panjang
gelombang 626-760 mµ berwarna merah
b) Faktor yang Mempengaruhi
Fotosintesis
1.
Faktor Lingkungan
a.
Intensitas cahaya dan lamanya pencahayaan
Semakin tinggi
intensitas cahaya matahari, aktivitas fotosintesis akan semakin tinggi. Hal
tersebut terjadi jika ditunjang oleh tersediannya CO2, H2O, serta kondisi suhu.
Kenaikan aktivitas fotosintesis tidak terus berlanjut tetapi berhenti sampai
batas suatu kondisi karena tumbuhan memiliki batas kemampuan tertentu.
b.
Konsentrasi karbon dioksida
Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan
fotosintesis.
c.
Suhu
Fotosintesis
merupakan reaksi yang memerlukan enzim, sedangkan kerja enzim dipengaruhi oleh
suhu. Suhu optimum fotosintesis sekitar 28oC-30oC.
d.
Kadar air
Kekurangan air atau
kekeringan menyebabkan penghambatan saat pembentukan C6H12O6,
pembentukan klorofil , dan aktivitas fotosintesis. Kurangnya air juga
menyebabkan kerusakan klorofil sehingga daun menjadi berwarna kuning.
c) Faktor Hereditas
Faktor hereditas merupakan faktor yang paling menentukan terhadap
aktivitas fotosintesis. Tumbuhan memiliki kebutuhan yang berbeda terhadap
kondisi lingkungan untuk menjalankan kehidupan yang normal. Tumbuhan yang
berbeda jenis dan hidup pada lingkungan yang sama memiliki perbedaan pada
aktivitas fotosintesisnya. Keadaan tersebut disebabkan adanya perbedaan factor
genetic atau hereditas.
Namun, pada penelitian
ini kami lebih menekankan pengaruh dari intensitas cahaya matahari. Intensitas
cahaya matahari yang diterima Hydrilla mempengaruhi laju reaksi terang dari
keseluruhan proses fotosintesis tersebut. Semakain besar intensitas cahaya
matahari yang diterima maka, reaksi terang pun berjalan lebih cepat, dan jumlah
O2 yang dihasilkan pun bertambah, dikarenakan laju pengangkutan
elektron oleh Fotosistem bertambah cepat, sehingga proses pengoksidasian H2O
lebih cepat. Peningkatan intensitas cahaya matahari, akan berpengaruh terhadap
keterlibatan jumlah fotosistem. Jika intensitas cahaya matahar terus
ditingkatkan maka jumlah fotosistem yang terlibat dalam penyerapan energi
semakin banyak. Dalam kondisi seperti ini, keefektifitasan penggunaan
fotosistem tergantung pada jumlah cahaya matahari yang diterima tumbuhan. Pada
suatu titik tertentu penggunaan fotosistem akan berjalan maksimal. Sehingga
peningkatan Intensitas cahaya matahari tidak akan berpengaruh. Atau sebaliknya
disebabkan jika Intensitas cahaya matahari yang diterima Hydrilla sedikit atau
kecil, sehingga mempengaruhi laju reaksi terang dari keseluruhan proses
fotosintesis tersebut.Semakain kecil intensitas cahaya matahari yang diterima
maka, reaksi terang pun berjalan lebih lambat, dan jumlah O2 yang
dihasilkan pun berkurang, dikarenakan laju pengangkutan elektron oleh
Fotosistem lambat, sehingga proses pengoksidasian H2O lambat pula.
Peningkatan intensitas cahaya matahari, akan berpengaruh terhadap keterlibatan
jumlah fotositem. Jika intensitas cahaya matahari terus menurun maka jumlah
fotosistem yang terlibat dalam penyerapan energi semakin sedikit. Dalam kondisi
seperti ini, keefektifitasan penggunaan fotosistem tergantung pada jumlah
cahaya matahari yang diterima tumbuhan. Pada suatu titik tertentu penggunaan
fotosistem akan berjalan kurang maksimal.
BAB III
PROSES PERCOBAAN
1.6
Fotosintesis
menghasilkan O2
1.6.1
Alat dan bahan
a) 1 buah sungkup
b) 4 tabung 1000 ml
c) 4 tabung reaksi
d) 4 corong
e) Korek api
f) Lidi
g) Beberapa kawat
h) Stop watch
i)
Beberapa
tangkai tanaman Hydrilla Verticillata
j)
Air
kolam
1.6.2
Tujuan
Fotosintesis
menghasilkan O2
1.6.3
Cara kerja
a)
Siapkan
beberapa pucuk hydrilla, sungkup, gelas kimia 1000 ml, tabung reaksi, corong
kaca dan beberapa kawat yang telah dipotong sekitar 20 cm
b)
Buatlah
4 rangkaian seperti gambar :
c)
Tetapi
saat membuat rangkaian seperti gambar, 5-6 pucuk hydrilla diikat dengan kawat
dan tangkainya dimasukkan pada permukaan corong dan ujung hydrilla tetap
terlihat menjuntai, masukkan corong ke dalam tabung reaksi
d) Ketika memasukkan air ke dalam gelas
kimia rendam semua rangkaian ke dalam air sampai pada tabung reaksi tidak
terlihat Oksigen lagi
e)
Pada
gelas kimia kedua tambahkan soda kue secukupnya
f)
Pada
gelas kimia ketiga tambahkan es batu yang telah dikecilkan
g)
Dan
pada gelas kimia keempat diletakkan di dalam sungkup
h)
Diamkan
selama ±15 menit
i)
Setelah
itu amati gelembung udara pada tiap-tiap gelas kimia
j)
Lepaskan
tabung reaksi pada corong dengan syarat udara yang di dalam tabung reaksi tidak
keluar atau tercampur dengan udara luar, tutup tabung reaksi tersebut dengan
jempol
k)
Nyalakan
lidi dengan korek api hingga membentuk bara api
l)
Letakkan
bara api di mulut tabung reaksi
m) Lihat, apakah bara api menyala atau
tidak menyala
n)
Masukkan
hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan
1.6.4
Hasil pengamatan
Perlakuan
|
Jumlah gelembung
|
Nyala api
|
Terang
|
+++
|
Menyala
|
Terang + soda
|
++++
|
Sangat menyala
|
Terang + es
|
Tidak ada
|
Tidak menyala
|
Gelap
|
Tidak ada
|
Tidak menyala
|
*Keterangan :
++++ :
gelembung gas banyak sekali
+++ :
gelembung gas banyak
++ :
gelembung gas sedang
+ :
gelembung gas sedikit
-
:
tidak ada gelembung gas
1.6.5
Analisa data
Pada gelas kimia pertama yang berisi
Hydrilla dan air yang diletakkan di ruangan terbuka yang dikenakan cahaya
matahari, menghasilkan gelembung gas dalam jumlah banyak dan menghasilkan nyala
api. Hal ini menunjukkan bahwa fotosintesis pada gelas pertama terjadi secara
cepat dan menghasilkan oksigen.
Pada gelas kimia kedua yang berisi
Hydrilla dan air ditambah dengan soda menghasilkan gelembung terbanyak dan
memiliki nyala api terbesar, hal ini terjadi karena pada gelas kedua dikenai cahaya matahari langsung dan
ditambah soda, sehingga fotosintesis pada gelas kedua ini terjadi secara sangat
cepat dan menghasilkan oksigen terbanyak daripada gelas lainnya
Pada gelas ketiga yang berisi
Hydrilla dan air yang ditambah es, diletakkan di ruang terbuka yang
terkena cahaya matahari, tidak menghasilkan gelembung gas dan nyala api. Hal
ini menandakan tidak terjadinya reaksi fotosintesis pada tabung tersebut dan ini mengakibatkan penurunan laju
fotosintesis karena terjadi penurunan suhu. Suhu adalah salah satu faktor yang
mempengaruhi laju fotosintesis.
Dan
pada tabung keempat yang berisi Hydrilla dan air yang diletakkan dalam ruangan
tertutup tidak menghasilkan gelembung gas. Hal ini menunjukkan bahwa jika tak
ada cahaya matahari, maka fotosintesis tidak akan dapat berlangsung.
1.7 Cahaya yang paling efektif untuk fotosintesis
1.7.1
Tujuan
Mengetahui cahaya yang
paling efektif untuk proses fotosintesis
1.7.2
Alat dan bahan
a)
5
gelas kimia 1000 ml
b)
5
tabung reaksi
c)
Beberapa
meter kawat
d)
5
corong kaca
e)
1
mika warna kuning
f)
1
mika warna biru
g)
1
mika warna merah
h)
1
mika warna ungu
i)
1
mika warna hijau
j)
beberapa
tangkai tanaman Hydrilla Verticillata
k) Air bersih
1.7.3
Cara kerja
a)
Siapkan
beberapa pucuk hydrilla, gelas kimia 1000 ml, tabung reaksi, corong kaca dan
beberapa kawat yang telah dipotong sekitar 20 cm
b)
Buatlah
5 rangkaian seperti gambar :
c)
Tetapi
saat membuat rangkaian seperti gambar, 5 pucuk hydrilla diikat dengan kawat dan
tangkainya dimasukkan pada permukaan corong dan ujung hydrilla tetap terlihat
menjuntai, masukkan corong ke dalam tabung reaksi
d)
Ketika
memasukkan air ke dalam gelas kimia rendam semua rangkaian ke dalam air sampai
pada tabung reaksi tidak terlihat Oksigen lagi
e)
Setelah
kelima rangkaian sudah terbentuk, tutuplah seluruh gelas kimia dengan mika
warna kuning, biru, merah, ungu dan hijau. Kecuali tabung reaksi tetap terbuka
bagian yang terlihat diatas air
f)
Setelah
kelima gelas kimia ditutupi dengan mika, tahap selanjutnya yaitu letakkan
kelima gelas kimia tadi ditempat yang terkena cahaya matahari
g)
Tunggu
beberapa saat
h)
Setelah
itu, amati semua gelas kimia dengan mengamati gelas yang mana paling banyak
menghasilkan oksigen
i)
Masukkan
datanya ke dalam tabel pengamatan.
1.7.4
Hasil pengamatan
Gelas warna
|
Gelembung
|
Nyala api
|
Merah
|
++
|
Sedang
|
Biru
|
+
|
Redup
|
Ungu
|
+++++
|
Sangat menyala
|
Kuning
|
++++
|
Menyala
|
Hijau
|
+++
|
Sedang
|
*Keterangan :
++++ : gelembung gas banyak sekali
+++ : gelembung gas banyak
++ : gelembung gas sedang
+ : gelembung gas sedikit
-
:
tidak ada gelembung gas
1.7.5
Analisa data
Pada gelas kimia pertama yang berwarna merah menghasilkan lumayan banyak
gelembung hal ini bertolak belakang dengan teori yang seharusnya cahaya
berwarna merah adalah cahaya paling efektif untuk fotosintesis atau
fotosintesis yang paling banyak menghasilkan gelembung.
Pada gelas kimia kedua yang berwarna biru menghasilkan sedikit gelembung
hal ini disebabkan karena cahaya warna biru itu mempunyai panjang
gelombang 435-490 mµ. Hal ini sesuai dengan cahaya yang diperlukan tumbuhan
untuk fotosintesis yaitu cahaya yang tampak, dengan rentang panjang gelombang
400-760 nm.
Pada
gelas kimia ketiga yang berwarna ungu menghasilkan sangat banyak gelembung dan
merupakan yang paling banyak diantara warna lain. Hal ini juga sangat bertolak
belakang dengan teori yang seharusnya cahaya warna ungu adalah yang paling
sedikit menghasilkan gelembung karena mempunyai panjang gelombang terendah dari
warna lain yaitu 400-435 mµ.
Pada
gelas keempat yang berwarna kuning menghasilkan banyak gelembung, hal ini
bertolak belakang dengan teori yang seharusnya cahaya berwarna kuning mempunyai
gelembung tetapi cuma sedikit saja.
Dan
pada gelas kimia terakhir yang berwarna hijau menghasilkan banyak gelembung hal ini disebabkan karena cahaya warna hijau itu mempunyai
panjang gelombang 400-760 nm. Hal ini sesuai dengan cahaya yang diperlukan
tumbuhan untuk fotosintesis yaitu cahaya yang tampak, dengan rentang panjang
gelombang 400-760 nm.
Adapun kesalahan yang mungkin terjadi pada saat praktikum adalah :
a)
Terjadi kesalahan kerja gelembung muncul pada tabung reaksi sebelum
diletakkan ditempat yang terkena sinar matahari
b)
Meletakkan ketempat yang terkena sinar mataharinya tidak secara bersamaan
c)
Mungkin ganggang terlalu ke bawah sehingga oksigen tidak masuk ke corong
hingga tabung reaksi, namun oksigen keluar ke samping, dan tidak terlihat
oksigen yang keluar pada tabung reaksi karena oksigen tidak masuk ke dalam
tabung reaksi
d)
Atau mungkin karena ssat mengikat ganggang terlalu ketat sehingga
memungkinkan oksigen hanya sedikit yang keluar bermunculan.
1.8 Fotosintesis menghasilkan amilum
1.8.1
Tujuan
Mengetahui bahwa
fotosintesis menghasilkan amilum
1.8.2
Alat dan bahan
a)
Gelas kimia 1000 ml
b)
Gelas kimia 100 ml
c)
Kaki tiga dan Kawat kasa
d)
Spatula
e)
Cawan petri
f)
Pipet tetes
g)
Alkohol 95%
h)
Larutan lugol
i)
Daun yang berwarna hijau dan putih
j)
Spritus
k)
Kertas timah(perak)
l)
Korek api
m)
Air
n)
Buku sebagai penutup gelas kimia 1000 ml
saat merebus air (agar udara di dalam tabung tidak tercampur dengan udara luar)
o) Penjepit tabung reaksi
1.8.3
Cara kerja
a)
Sebelum praktikum
o Carilah daun
tanaman yang mempunyai warna hijau dan putih
o Tutup daun
bagian tengah dengan aluminium foil
o kemudian
lapisi dengan karbon hitam
o Kemudian
dilapisi lagi dengan selotip hitam
o
Diamkan paling kurang selama dua hari sebelum
praktikum
b)
Saat praktikum
o
Tutuplah sebagian daun dengan kertas
timah pada pagi hari atau malam hari agar daun yang ditutup tidak terkena sinar
matahari selama 2 hari sebelum praktikum, usahakan daun dibiarkan terkena sinar
matahari
o
Ambil dan potong daun kemudian dibawa ke
laboratorium
o
Masukkan daun ke dalam air mendidih
selama ± 10 menit
o
Angkat dan masukkan dalam alkohol yang
telah mendidih hingga berwarna pucat ± 10 menit
o
Angkat daun tersebut dan cucilah sampai
bersih dengan air dingin dan letakkan di atas cawan petri, kemudian tetesi
dengan lugol. Amati apakah terjadi perubahan warna antara daun yang terkena
sinar matahari dengan daun yang tidak terkena sinar matahari
1.8.4
Hasil pengamatan
|
|
|
|
Gambar sketsa daun
|
1.8.5
Analisa data
Dari hasil sketsa diketahui
bahwa daun yang tidak tertutup serta yang berwarna hijau setelah diolesi oleh
lugol apabila diarahkan ke sinar matahari maka akan kelihatan berwarna gelap,
hal ini disebabkan karena terdapat klorofil yang berperan dalam proses
fotosintesis yang akan menghasilkan glukosa yang diubah menjadi amilum.
Sedangkan, daun yang tidak
tertutup tetapi berwarna putih yang diolesi lugol apabila diarahkan ke sinar
matahari tidak tampak berwarna gelap, keadaan ini menunjukkan bahwa amilum
tidak dihasilkan pada bagian daun yang berwarna putih, hal ini disebabkan daun
berwarna putih tidak mempunyai klorofil yang berperan dalam fotosintesis.
Dari hasil sketsa Daun yang
tertutup apabila diolesi lugol dan diarahkan kearah sinar matahari tidak akan
kelihatan warna gelap, keadaan ini menunjukkan bahwa amilum tidak dihasilkan,
baik pada bagian daun yang berwarna hijau maupun berwarna putih, hal ini
disebabkan sinar matahari terhalang masuk kearah daun karena tertutupi, sinar
matahari sangat penting dalam fotosintesis.
BAB IV
PENUTUP
1.9
KESIMPULAN
Fotosintesis adalah suatu
proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk karbohidrat dengan
memakai karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O)
dari dalam tanah dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil. Gelembung-gelembung
yang timbul dari percobaan menunjukkan dalam fotosintesis dihasilkan
oksigen. Fotosintesis pada umumnya dapat
berlangsung pada kisaran suhu antara 10OC – 35OC,
tergantung pada jenis tanaman masing-masing.
Ada
beberapa faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis, yaitu : Cahaya, Konsentrasi
CO2, Suhu, dan Air (H2O)





